Diam.
Yang kudengar hanyalah semilir angin yang keluar dari kotak pendingin ruangan,
suara kertas yang dibolak balikkan, penghapus yang mengoreksi kesalahan teman-nya si pensil, dan suara detak jantungku sendiri.
Sadar akan tujuanku di tempat yang sepi ini.
Indah rasanya, seperti kabur dari dunia yang runyam di luar sana.
Damai, tentram, dan bebas adalah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaanku sekarang.
Dalam kotak bersisi empat.
Aku melihat banyak hal yang menarik untukku, yang biasanya ku acuhkan. Ada kartu yang memasrahkan nasibnya di karpet. Ada tempat sampah yang setia berdiri diujung ruangan. Ada benang yang mencoba untuk keluar dari kursi yang rusak. Cat dinding yang sudah mulai pudar.
Dan ada satu kotak persegi panjang lengkap dengan pegangannya berdiri tepat di depanku. Kotak itu mengundangku untuk meraih pegangannya. "Kamu bisa menembus dunia baru", katanya.
Namun aku tidak mau keluar.
Kapan lagi aku mengalami hal ini?

